Betapa bahagia ketika aku bertemu dengan mesin penulis lagi. Betapa tidak? Teman-teman dekat sudah menguap entah kemana, pekerjaanpun sekarang sudah tidak ada lagi. Jadi apa yang bisa kulakukan selain menulis? Serasa menghirup oksigen dari tabung saat sesak nafas menyerang.

Ya menulis. Menulis apapun yang ada di otak saat ini. Tentang semua rasa yang yang muncul. Kesepian menyelimuti hari-hari terakhir ini. Rasanya selalu merindukan kehangatan teman-teman. Namun inilah realitas yang kadang mendera “ kesepian”. Kadang kata-kata itu menjadi maut yang siap menjemput kita kapan saja. Kesepian membunuh kita pelan-pelan dalam kebisingan dan rutinitas yang menjerat hidup.

Otakku masih saja terasa beku, karena aku terjerembab dalam kesepian itu. Aku coba kontak 2 orang kawan lama, namun semuanya sia-sia. Aku berharap mereka bisa menjadi insiparisku untuk menuangkan perasaan-perasaan ini.namun sial mereka tidak membuatku menjadi imajinatif justru membuatku semakin beku. Alih-alih semuanya tetap sama saja. Omongan-omongan yang tak berkembang, hanya basa-basi yang tak ada habisnya. Cerita berulang-ulang yang semakin membuatku jenuh.

Satu orang selalu menceritakan hal yang sama, bahkan cerita itu sudah kudengarkan hingga 3 kali. Mengenai keheroikan dia yang menjadi seorang aktivis. Dengan semangat dia selalu bercerita juga tentang tulisan-tulisannya mengenai penokohan seorang perempuan yang super power dan tak terkalahkan.Kawanku yang lain hanya menceritakan sepenggal cerita romantika cinta,  yang akhirnya selalu gagal dijalan.

Setelah 1 jam menelpon dan mendapatkan cerita dari keduanya hidupku juga tidak berubah, bahkan semakin terasa membosankan.

Lalu apa yang membuatku tidak bosan? Tidak kutemukan. Semua datar dan buntu. Aku berusaha menggali  rasa dan imajinasiku. Tapi lagi-lagi gagal.

Lagi-lagi sepi berhasil membunuhku. Ugh………!!! kekuatannya luar biasa untuk selalu membinasakanku. Coba sepi itu berujud pasti kudatangi dan aku lawan dia dengan ilmu tae kwon do ku yang kuraih hanya sampai tingkat kedua dari bawah. Ehm…….terlalu berani melawan.

Imajinasi yang buntu, menulispun tak sanggup. Lalu, aku mencoba memejamkan mata saja. Tapi ternyata gagal juga. Ya sudahlah kalau sepi mau menjemputku aku pasrah, toh malan ini segera berlalu dan menjadi pagi. Akhirnya aku mengalah dan tidak melawan sama sekali. Aku biarkan dia menemaniku malam ini. Coba berkawan dengan kesepian. Hey…ternyata justru banyak yang kudapatkan. Kesepian tidak membawaku pada kesunyian yang mematikan. Namun aku bisa mendengarkan banyak hal dalam kesunyian.Indah sekali.

Heran…aneh…luar biasa. Jadi jangan takut kesepian, dia akan mengantarkan pada hal-hal yang luar biasa.