<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Change Your Thoughts and You Change Your World</title>
	<atom:link href="http://hesty.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hesty.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Feb 2011 04:18:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hesty.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Change Your Thoughts and You Change Your World</title>
		<link>http://hesty.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hesty.wordpress.com/osd.xml" title="Change Your Thoughts and You Change Your World" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hesty.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sepenggal cerita tentang Cinta</title>
		<link>http://hesty.wordpress.com/2011/01/30/sepenggal-cerita-tentang-cinta/</link>
		<comments>http://hesty.wordpress.com/2011/01/30/sepenggal-cerita-tentang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Jan 2011 08:16:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hesty</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hesty.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Aku berjalan dalam lorong yang gelap. Beberapa pasang mata melihatku, meski tak tampak langsung namun aku bisa merasakannya. Mata yang selalu celingak-celinguk dalam kegelapan. Tampak pula bayangan-banyangan berkelebat dalam desahan mesra. Bayangan dan desahan dari para pasangan yang entah untuk mencari kebahagian sesaat atau penantian untuk hidup bersama. Pasangan-pasangan itu berjajar mencari titik-titik lorong yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hesty.wordpress.com&amp;blog=459951&amp;post=66&amp;subd=hesty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku berjalan dalam lorong yang gelap. Beberapa pasang mata melihatku, meski tak tampak langsung namun aku bisa merasakannya. Mata yang selalu celingak-celinguk dalam kegelapan. Tampak pula bayangan-banyangan berkelebat dalam desahan mesra. Bayangan dan desahan dari para pasangan yang entah untuk mencari kebahagian sesaat atau penantian untuk hidup bersama.</p>
<p>Pasangan-pasangan itu berjajar mencari titik-titik lorong yang dianggap nyaman. Gerakan yang seolah menjadi seragam, mereka duduk berdua-dua. Ada yang duduk diatas motor, ada yang duduk dibawah saling berhadapan, atau duduk sejajar. Mereka tampak begitu menikmati remang malam. Hawa penuh cinta memantul dari tubuh mereka, geloranya  begitu terasa. Selalu saja dalam lorong yang sama mungkin inilah alasan kenapa orang memberikan nama lorong cinta. Entah cinta mereka terlarang, atau memang cinta yang dianggap sah. Akupun tak pernah mengerti makna cinta terlarang ataupun cinta yang sah, bagiku itu terlalu rumit. Yang aku tau cinta adalah cinta, perasaan yang tak pernah bisa ditutupi dengan apapun, begitu sederhananya cinta menurutku.</p>
<p>Aku tetap saja melangkahkan kaki, melnggang dalam kelam malam. Siul-siul nakal mulai terdengar saat aku lewat “mbak-mbak boleh kenalan.” Aku tetap berjalan melewati mulut usil mereka, tidak kugubris  suara-suara tadi. Pikiranku masih saja terfokus pada cinta yang melayang-layang. Aku tetap melanjutkan langkahku, masih dengan geliat-geliat cinta yang menjelma dalam bayang-bayang dalam lorong gelap.</p>
<p>Aku mulai mendengar percakapan-percakapan dari pasangan-pasangan yang kulewati. Ada yang merayu, mungkin ribuan jurus dilontarkan  untuk merebut hati pasangannya. Aku hanya tersenyum getir mendengar rayuan seorang laki-laki di pada kekasihnya. “Ehm kamu cantik, kamu yang terhebat yang pernah aku miliki dik.” “kamu jangan tinggalin aku ya.” Sang perempuan hanya tersenyum-senyum, mungkin perasaannya melayang karena tersanjung. Entahlah.</p>
<p>Bulan baru saja menampakkan sinarnya, kilaunya masih tampak malu-malu tersembul semburat kuning diantara dahan tinggi disekitar lorong gelap. Suara jangkring mengerik saling bersahutan, tampak 2 bayangan mengendap-endap di bawah pohon, mereka tertawa cekikikan seakan sedang merayakan sebuah kebahagiaan yang entah datang dari mana.</p>
<p>Mereka bercengkerama sambil saling berpegangan tangan. Kembali suara cekikikan dari sepasang insan itu. “istri abang ngga tahu kalau  abang pergi denganku?” tiba-tiba suara sang perempuan mengehentikan suara cekikikan mereka. “tidak dik, aku pamit padanya ada rapat malam ini. Lagian pastinya dia sedang tenggelam dalam kesenangannya belanja di mall dengan teman-temannya. Makanya aku memilihmu karena kamu lebih perhatian denganku.” Sang laki-laki menjawab sambil menghela napas panjang, seolah ada beban yang sedang dirasakannya. “sudahlah dik ini malam milik kita, tak usalah kupikirkan istriku. Aku juga sudah tidak mencintainya lagi.” Lalu mereka saling berpelukkan seolah tak ada halangan apapun yang bisa memisahkan mereka.</p>
<p>“Ah, pasangan selingkuh.” Gumanku. Malam semakin larut, semakin banyak pula pasangan yang datang. Aku semakin jauh masuk dalam lorong itu, makin tampak remang karena banyak lampu penerangan jalan yang sengaja dipecahkan mungkin untuk mengamankan ritual percintaan mereka.</p>
<p>Tiba-tiba aku dikejutkan dengan teriakan seorang perempuan yang tampak menahan tangis. Pasangannya berumur setengah baya, kira-kira sekitar 45 tahun dan perempuan itu sendiri mungkin berumur 20 tahunan. Perut sang perempuan tampak membuncit karena hamil. Si Perempuan berbicara penuh dengan tekanan emosi. “ jadi bagaimana dengan hubungan ini sayang, kapan kau ceraikan istrimu? Kita jadi nikah kan? Aku sudah tidak sabar, perutku mulai membesar!” si laki-laki hanya diam menunduk. Semua yang kulihat membuatku menggelengkan kepala.</p>
<p>Lalu kembali senyap, bulan masih setia dengan cahaya remang. Hanya ada desahan diantara gelap malam dan sinar bulan yang tetap semburat kuning diantara dahan tinggi. Lalu terdengar lagi suara pasangan yang lain, si perempuan merajuk manja. “ kita cari tempat yang lain yuk, pacarku biasanya lewat sini nih! Gila bisa monyong kalau ketauan. “Uh susahnya selingkuh!” sudah deh kamu putus aja!” umpat si laki-laki, lalu si perempuan menyahut “Ngga ah, aku kasihan ninggalin dia, tapi aku juga cinta kamu kok! Udah deh ngga usah dibahas ya, cepetan aja pergi dari sini.” “tapi janji ya, kamu bakal cepet ninggalin dia, males banget pacaran selalu sembunyi-sembunyi gini.”si lelaki kembali menimpali. “ya gimana lagi, ini kan jadi lebih asyik dan menggairahkan, sudah jangan cerewet.” Si perempuan menarik laki-laki pasangannya sambil cekikikan.</p>
<p>Bulan dengan semburat kuningnya, merasuk dalam hati tiap orang yang sedang sedang menikmati percintaan dalam lorong yang gelap. “Ah aku jadi ingat laki-lakiku yang ada di rumah. Selalu saja dia ngomel dan membandingkanku dengan perempuan lain. Beberapa waktu yang lalu laki-lakiku membawa pada percakapan yang hingga saat ini tidak pernah aku pahami. Dia berterusterang menginginkan perselingkuhan.percakapan itu masih saja terngiang dalam pikiranku.</p>
<p>“ Sayang, Kamu sudah menjenuhkan! Gimana kalau kita berselingkuh untuk penyegaran?” “Apa? Sudah gila kamu? Tapi, sudahlah terserah kamu saja!”jawabku. Aku sudah terlalu lelah dengan hubungan aneh ini. “Kamu terlalu menuntut banyak padaku, apa sih yang kamu mau sebenarnya?lanjutku.”  “Kita hanya selingkuh saja, karena butuh variasi. Aku masih cinta kamu kok.” “ Apa? Masih berani kamu bicara cinta? Cinta yang seperti apa?” timpalku. “Peduli amat dengan cinta. Tapi sudahlah terserah apa maumu deh, aku capek!”aku mencoba menjawab sekenanya. “ kita eksplorasi saja perasaan ini, pasti kamu akan merasakan sensasi yang luar biasa, aku jamin. Sekarang ngga usah banyak debat lagi, kamu mau atau tidak?” laki-lakiku kembali menyahut. “Edan kamu, tapi terserah ajalah, aku tidak mau menjalani kegoblokan macam ini.” Sahutku.</p>
<p>Itu percakapan terakhir dengan laki-lakiku, karena sudah seminggu ini dia tidak pulang kerumah. Aku juga tidak berusaha mencarinya, rasanya semua sudah sia-sia. Lamunan itu mengantarku sampai kerumah kontrakkan. Cinta memang aneh, 1 jam saja aku berjalan, sudah menemukan bermacam-macam adegan yang membuatku menjadi sakit kepala.</p>
<p>Aku coba baringkan badanku, dan mengingat kembali percakapan dengan laki-lakiku. Aku tak menemukan kesalahan apapun dalam dalam percakapan itu, aku merasa cinta itu memang sudah hambar. Cinta itu harusnya tidak rumit. Cinta tak perlu dipaksakan. Beberapa saat berselang, semburat cahaya bulan yang tadi bersinar remang-remang tiba-tiba meredup. Angin mulai kencang bertiup dan dengan seketika hujan turun dengan deras. ‘Musim yang tidak pernah bisa diduga saat ini,untung sudah sampai di rumah.”gumanku.</p>
<p>Petir menyambar-nyambar, Hujan mengguyur malam yang pekat, angin menderu tiada henti. Malam yang dingin menyusup kulit dan tulangku. Alam pikirku sedang berperang melawan alam rasaku. Semuanya sedang bertarung atas nama cinta. Sesuatu yang aku benci sekaligus aku rindui.</p>
<p>Masih saja hujan dan petir yang menyambar-nyambar. Seperti sambaran rasa yang sedang menggelayar dalam hatiku. Mencabik-cabik dalam luka yang belum terobati. Pikiran melawan sekuat tenaga melawan rasa untuk tidak jadi cengeng dan menyerah karena cinta. Rupa-rupa wajah yang kutemui dalam perjalan sepanjang lorong silih berganti hadir. Mengisi kekosongan ruang  jiwa yang sedang bertarung.</p>
<p>Jiwa menjadi kosong dan lembek. Mengharu biru terbawa suasana dingin dan sepi. “Hu..hu..hu sendiri lagi!” Nyanyian kesunyian dan kesedihan menggelora, berisi keluhan dan umpatan. Aku ingat laki-lakiku yang aneh. Nyanyian melankolis terasa  sumbang dan membawaku semakin menerawang jauh pada laki-lakiku. “Ogh&#8230;jiwaku yang selalu merasa sunyi. Kenapa bisa begini? Semua karena cinta yang gombal mukiyo! Ngapusi!” umpatku.</p>
<p>“ dasar jiwa yang rapuh!”gumanku. “Sudah tau cinta bakal membawa sengsara kok jatuh cinta terus! Bodoh!’ Beratnya sebuah kesetiaan dan hanya dibayar atas nama eksplorasi cinta. Cinta yang padam hanya karena rasa bosan dan butuh variasi lain. “Ogh&#8230;jiwa yang malang, yang tercabik-cabik karena rasa cinta. Terbanglah dan pergilah melihat dunia cinta yang sebenarnya.”</p>
<p>Buang saja bayangan-bayangan yang menyesatkan. Musnahkan semua kenangan tentang rupa-rupa wajah, Hancurkan dan musnahkan. Oh&#8230;hujan masih saja deras mengguyur dan halilintar masih menyalak-nyalak dengan garang.</p>
<p>Cakrawala tak lagi terlihat, semua tertutup awan gelap. Begitu juga jiwaku yang terhimpit rasa dan pikir mengadu semua kekuatan untuk memenangkan rasa cinta. Tendangan dan pukulan bertubi-tubi menghujani rasa. Semua dalam kata-kata pedas dan rasional. Rasa hanya bisa menerangkan dalam ketenangan mencoba menerangkan dengan bahasa rasa dan pikiran rasa yang tentunya tak pernah dimengerti oleh pikiran yang sebenarnya.</p>
<p>Malam masih pekat, dan tetap menjadi pekat. Mata ini tidak bisa terpejam karena pikiran masih saja mencoba memaknai cinta dengan rasa pikiran. Dan rasa masih juga mencoba merasai cinta dengan caranya sendiri. Dan cinta tetaplah menjadi cinta dan tidak bisa diuraikan dalam perpaduan alam pikir dan alam rasa dan biarkan cinta menjadi cinta itu sendiri. Tidak perlu dijawab, tidak perlu dimengerti. Karena yang kita alami itulah yang kita pikirkan dan kita rasakan. Tidak perlu lari menjauh dan tidak juga perlu mengejar untuk mendekat. Dan memang begitulah cinta.</p>
<p>Tapaktuan, 31 Oktober 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hesty.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hesty.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hesty.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hesty.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hesty.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hesty.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hesty.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hesty.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hesty.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hesty.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hesty.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hesty.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hesty.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hesty.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hesty.wordpress.com&amp;blog=459951&amp;post=66&amp;subd=hesty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hesty.wordpress.com/2011/01/30/sepenggal-cerita-tentang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d677af88d5b8469f020e289a5beba80a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">djaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pada Sebuah Malam</title>
		<link>http://hesty.wordpress.com/2011/01/30/sepenggal-malam/</link>
		<comments>http://hesty.wordpress.com/2011/01/30/sepenggal-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Jan 2011 07:32:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hesty</dc:creator>
				<category><![CDATA[isi otakku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hesty.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Betapa bahagia ketika aku bertemu dengan mesin penulis lagi. Betapa tidak? Teman-teman dekat sudah menguap entah kemana, pekerjaanpun sekarang sudah tidak ada lagi. Jadi apa yang bisa kulakukan selain menulis? Serasa menghirup oksigen dari tabung saat sesak nafas menyerang. Ya menulis. Menulis apapun yang ada di otak saat ini. Tentang semua rasa yang yang muncul. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hesty.wordpress.com&amp;blog=459951&amp;post=60&amp;subd=hesty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Betapa bahagia ketika aku bertemu dengan mesin penulis lagi. Betapa tidak? Teman-teman dekat sudah menguap entah kemana, pekerjaanpun sekarang sudah tidak ada lagi. Jadi apa yang bisa kulakukan selain menulis? Serasa menghirup oksigen dari tabung saat sesak nafas menyerang.</p>
<p>Ya menulis. Menulis apapun yang ada di otak saat ini. Tentang semua rasa yang yang muncul. Kesepian menyelimuti hari-hari terakhir ini. Rasanya selalu merindukan kehangatan teman-teman. Namun inilah realitas yang kadang mendera “ kesepian”. Kadang kata-kata itu menjadi maut yang siap menjemput kita kapan saja. Kesepian membunuh kita pelan-pelan dalam kebisingan dan rutinitas yang menjerat hidup.</p>
<p>Otakku masih saja terasa beku, karena aku terjerembab dalam kesepian itu. Aku coba kontak 2 orang kawan lama, namun semuanya sia-sia. Aku berharap mereka bisa menjadi insiparisku untuk menuangkan perasaan-perasaan ini.namun sial mereka tidak membuatku menjadi imajinatif justru membuatku semakin beku. Alih-alih semuanya tetap sama saja. Omongan-omongan yang tak berkembang, hanya basa-basi yang tak ada habisnya. Cerita berulang-ulang yang semakin membuatku jenuh.</p>
<p>Satu orang selalu menceritakan hal yang sama, bahkan cerita itu sudah kudengarkan hingga 3 kali. Mengenai keheroikan dia yang menjadi seorang aktivis. Dengan semangat dia selalu bercerita juga tentang tulisan-tulisannya mengenai penokohan seorang perempuan yang super power dan tak terkalahkan.Kawanku yang lain hanya menceritakan sepenggal cerita romantika cinta,  yang akhirnya selalu gagal dijalan.</p>
<p>Setelah 1 jam menelpon dan mendapatkan cerita dari keduanya hidupku juga tidak berubah, bahkan semakin terasa membosankan.</p>
<p>Lalu apa yang membuatku tidak bosan? Tidak kutemukan. Semua datar dan buntu. Aku berusaha menggali  rasa dan imajinasiku. Tapi lagi-lagi gagal.</p>
<p>Lagi-lagi sepi berhasil membunuhku. Ugh&#8230;&#8230;&#8230;!!! kekuatannya luar biasa untuk selalu membinasakanku. Coba sepi itu berujud pasti kudatangi dan aku lawan dia dengan ilmu tae kwon do ku yang kuraih hanya sampai tingkat kedua dari bawah. Ehm&#8230;&#8230;.terlalu berani melawan.</p>
<p>Imajinasi yang buntu, menulispun tak sanggup. Lalu, aku mencoba memejamkan mata saja. Tapi ternyata gagal juga. Ya sudahlah kalau sepi mau menjemputku aku pasrah, toh malan ini segera berlalu dan menjadi pagi. Akhirnya aku mengalah dan tidak melawan sama sekali. Aku biarkan dia menemaniku malam ini. Coba berkawan dengan kesepian. Hey&#8230;ternyata justru banyak yang kudapatkan. Kesepian tidak membawaku pada kesunyian yang mematikan. Namun aku bisa mendengarkan banyak hal dalam kesunyian.Indah sekali.</p>
<p>Heran&#8230;aneh&#8230;luar biasa. Jadi jangan takut kesepian, dia akan mengantarkan pada hal-hal yang luar biasa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hesty.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hesty.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hesty.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hesty.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hesty.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hesty.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hesty.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hesty.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hesty.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hesty.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hesty.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hesty.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hesty.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hesty.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hesty.wordpress.com&amp;blog=459951&amp;post=60&amp;subd=hesty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hesty.wordpress.com/2011/01/30/sepenggal-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d677af88d5b8469f020e289a5beba80a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">djaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mulut oh&#8230;.mulut</title>
		<link>http://hesty.wordpress.com/2008/07/17/mulut-ohmulut/</link>
		<comments>http://hesty.wordpress.com/2008/07/17/mulut-ohmulut/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 03:56:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hesty</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hesty.wordpress.com/2008/07/17/mulut-ohmulut/</guid>
		<description><![CDATA[cerita ini hadir bagi orang-orang yang sering terbelit masalah karena mulut mereka. Tidak ada yang bisa dilakukan hari ini. Hanya ada kemarahan yang muncul memenuhi otakku. Tiba-tiba saja virus kebencian dan kekesalan merayap memenuhi sekujur tubuhku, yang ada hanya keletihan. Kucoba mencari apa yang membuatku seperti ini, sepertinya semua berawal dari mulut dan mataku yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hesty.wordpress.com&amp;blog=459951&amp;post=23&amp;subd=hesty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>cerita ini hadir bagi orang-orang yang sering terbelit masalah karena mulut mereka.</p>
<p>Tidak ada yang bisa dilakukan hari ini. Hanya ada kemarahan yang muncul memenuhi otakku. Tiba-tiba saja virus kebencian dan kekesalan merayap memenuhi sekujur tubuhku, yang ada hanya keletihan. Kucoba mencari apa yang membuatku seperti ini, sepertinya semua berawal dari mulut dan mataku yang keparat. Aku tidak pernah bisa diam melihat ketidakjelasan dan keanehan disekitarku. Selalu saja mata mengirim sinyal adanya obyek untuk dibantai mulutku. Seringkali aku berusaha untuk mundur dan membatasi dari kenyataan yang ada, namun sia-sia. semua membuat semangatku redup karena melihat fakta tanpa bisa berupaya apa-apa. Aku selalu berusaha mencari semangat yang menguap entah kemana. kucoba tutup mata, dan menahan semua mantra makian dalam mulut ini. Namun lagi-lagi semua sia-sia, semua tetap redup dan hilang dalam setiap hembusan nafas.</p>
<p>Hari ini aku ke Bank mengirim uang untuk saudara di kampung, maklum sudah hampir mendekati lebaran. Entah kenapa Bank hari ini terasa sesak, penuh orang dan sangat semrawut. Tiba-tiba saja mataku  melotot pada si satpam penjaga nomor di Bank itu, mulutnya tampak berbusa karena berbicara tanpa henti. Dia bertugas untuk memberikan nomor dan memanggil urutan nomor, tak ubah seperti penjual jamu di trotoar jalan. “tigapuluh,tigasatu,tigadua” kemudian nomor akan ditarik kembali setelah yang empunya berjalan  pada loket yang ditentukan. Loket yang ada tak kalah ribet dan semrawutnya. Dalam kesemrawutan yang sangat memuakkan itu, si Satpam  memakai kekuasaanya untuk memasukkan orang-orang yang dikenal lebih dahulu dalam loket secara diam-diam. Dalam hitungan detik sinyal mata memerintahkan pada otakku untuk segera menyusun kata-kata. Beberapa saat kemudian memang mulutku menggempur dengan amunisi kata-kata yang tersimpan dalam Bank otak. “ Yang bener dong pak kerjanya! mana bisa seperti ini? No, berapa si Bapak itu kok tiba-tiba masuk? terus si Abang itu nomer berapa? Ah payah deh Bapak.” Segera saja kata-kata itu diikuti segala macam protes dan sumpah serapah yang mengalir begitu saja.</p>
<p>Dahsyat benar mata dan mulutku bekerja sama, gila deh baru sekelebat saja kesalahan orang udah ketahuan, dan tembakan kata-kata pedas dari mulutkupun tak ada hentinya. Aku sampai tidak tahu bagaimana harus mengendalikan mereka. seperti 2 serdadu yang selalu siap siaga mengintai siapa saja dan dimana saja. Namun selalu saja aku mendapat masalah karena ulah mata dan mulutku. Kekesalan dan kemarahan seperti endapan yang selalu ada dalam otakku. Setiap kali terbangun dari tidurku yang kutemui hanya segumpal kemarahan yang tertinggal dalam kesadaran.<br />
Saat ini untuk menyelesaikan keribetan yang ada hanya dengan tidur. Aku ingin sejenak beristirahat, sekedar menutup mata dari fakta yang selalu menjadi hantu bagiku. Namun belum sempat mata ini terpejam tiba-tiba saja mulut ini meloncat dari wajahku…Ups berlari menuju kerumunan orang-orang. aku berusaha mengejar. Si mulut berlari zig-zag dengan lincahnya.wuzz tiba-tiba dia sudah berada di tengah kerumunan orang banyak.<br />
Semua orang terkejut, mata mereka terbelalak takjub melihat mulut tanpa tubuh yang terbang dan berbicara dengan suara lantang. Si Mulut berkoar-koar tanpa basa-basi mengungkap semua kebodohan yang ada disekelilingku. Akupun terpana dan terheran-heran Si mulut mampu bekerja sendirian, ingin rasanya menangkap dan menutupnya dengan gombal atau lakban. namun semua diluar kendaliku. Ocehannya semakin tajam, semakin banyak orang berkumpul dan duduk terkesima mendengar celotehan si mulut. Sesekali si mulut tertawa terbahak-bahak sambil memaki dengan sinis orang-orang yang duduk mengitarinya.</p>
<p>“Saudara-saudaraku sekalian, kalian harus tau bahwa Warsito seorang bos lembaga kemanusiaan di daerah kita telah mengeruk uang dari dana kemanusian yang masuk ke lembaganya. Dia gunakan seluruh dana itu untuk kampanye pencalonan dirinya menjadi Bupati.” si Mulut nyerocos memulai orasinya ” Dia bagikan semua bantuan yang ada dengan mengusung dirinya sebagai dewa penolong. Manusia biadap yang bertopeng pada nilai keluhuran. Jangan biarkan si Keparat itu jadi Bupati kalian.” semua orang tersentak tidak percaya, dari kekaguman berubah menjadi kemarahan yang luar biasa.</p>
<p>Seorang dari mereka bertanya dengan sorot mata yang tidak senang, “ hai mulut busuk dari mana kebohongan itu kau dapat?” ” ini bukan kebohongan, ini fakta. fakta seperti siluman muncul dan tenggelam dan tak berbekas. aku tidak punya bukti, karena bukti-bukti selalu dihancurkan oleh orang-orang biadab seperti Dia. Namun aku saksi dari semuanya, aku melihat semua kebohongan yang dia perbuat.” semua yang dikatakan itu memang benar, namun semua kembali tenggelam dalam pernyataan kebenaran di batinku.</p>
<p>Kebenaran ini membuat semua orang panik antara percaya dan penyangkalan dalam diri masing-masing. namun beberapa orang mulai histeris dan berteriak-teriak ” jangan dengarkan ocehan mulut setan itu, dia berkata tanpa ada bukti di depan kita. Ya, sahut yang lain.”<br />
Aku tahu orang-orang yang berteriak itu adalah pendukung sang calon bupati. Tiba-tiba saja terjadi serangan dengan lemparan batu-batu dan buah busuk. Mulutku hanya tertawa dan berkelit dengan gesitnya. “untung tak ada, satupun yang mencederai mulutku. Bagaimanapun si mulut masih punyaku. ” minggat kau mulut setan!” mereka mulai beringsut berdiri untuk mengejar dan menangkap mulutku. ” Jangan dengarkan mulut itu!” kembali terdengar teriakan kemarahan penuh dengan histeria.</p>
<p>Aku hanya berani menatap kejadian dari jauh, sesekali aku mendekat kerumunan dalam cadar yang melekat di mukaku. Aku takut orang akan tahu, kalau itu mulutku. Sehari ini aku benar-benar merasa lelah, tak terasa hari sudah gelap. Langit merah menghiasi cakrawala, indah sekali. Jauh lebih indah dari biasanya. Namun sayang kenikmatan ini kurasakan tanpa mulut di wajahku, mulut yang entah kini kemana. Berkoar tak jelas dan mungkin sangat membahayakan jiwaku.<br />
Aku terbaring di bale-bale bambu dengan seluruh kelelahan hari ini, dengan segala takjub dan kebingungan yang masih menyelimuti pikiranku. Cahaya merah mulai meredup merahnya padam menjadi gelap pekat. Tiba-tiba ada sesuatu yang berkelebat, Aku kaget setengah mati ternyata mulutku. Gerakannya begitu pelan, tenang dan sangat indah seperti tarian jawa yang lembut. mulutku melikuk anggun, tenang dan akhirnya kembali pada tempat semula. Aku pegang mulutku…ya masih sama, tidak berubah. Masih dengan Bibir yang hitam dan pecah-pecah yang kupunya sebelumnya.</p>
<p>Ya benar-benar punyaku! aku coba gerakan mulutku, ya benar masih berfungsi sama, benar-benar sama dengan sebelumnya. seluruh ketakjuban dan kebingungan mendekam lama dalam otakku. terus saja kubelai mulutku, kubelai lama. “Ah kau sudah kembali lagi, jangan pergi lagi ya! Jangan ngomong sembarangan sama orang-orang itu!” nasehatku pada mulutku. “Bukankah kau hanya bagian dari tubuhku? seharunya akulah pengendalimu, dari mana kekuatan yang kau dapat? kamu kecewa padaku? maaf aku sering mengontrol dirimu. Kalau kamu sering seperti ini akan sangat membahayakan jiwaku.” nasehatku sekali lagi pada mulutku.</p>
<p>Ah damai sekali malam ini, Aku bisa tidur lagi dengan anggota tubuh yang lengkap. Aku tidur lelap seperti terbaring dalam dekapan ibuku, dalam usapan hangatnya di kepalaku sudah lama sekali aku tak merasakannya. Pagi menjelang, aku reganggakan otot-ototku seperti biasanya, tapi ouw waktu aku mau menguap seperti ada sesuatu yang kurang. ternyata “ anjrit!” umpatku, mulutku minggat lagi.</p>
<p>aku mendengar suara ribut-ribut di pasar sebelah rumah. Orang riuh berteriak-teriak “Hai mulut, berita bohong apalagi yang akan kau bawa?” aduh ternyata mulutku berulah lagi, aku segera mengenakan cadar dan bergegas berlari ke pasar. Si mulut sekarang banyak berkoar dengan mengusung nilai-nilai kehidupan. “Tahu apa mulutku tentang nilai kehidupan?” batinku. Terus saja ocehannya tiada henti, dengan suara parau dan dengan nada sedih dia berbicara “Saudara-saudara sebentar lagi akan ada seorang buruh yang terbunuh karena mengatakan kebenaran. Dia bongkar kebejatan korupsi Sang Bos, dia akan dianiaya oleh para bajingan tengik kaki tangan sang bos bangsat. Tubuhnya akan dirajah dan dihancurkan oleh orang-orang yang bodoh dan tolol. Dia dianggap buruh yang buruk, melanggar etika karena berani membocorkan rahasia majikannya. Tak ada seorangpun yang akan menolong, dia akan mati bukan sebagai pahlawan Dia akan mati sebagai pecundang yang konyol.</p>
<p>Tiba-tiba saja si mulut menghentikan seluruh celotehnya, kemudian secara tak terduga dia hadir menghampiriku menempel lagi dalam wajahku. semua mata melihat dengan tatapan tak percaya. salah satu dari mereka tiba-tiba saja bicara “Oh ternyata orang ini yang punya mulut busuk, mari kita habisi saja! Dia hanya seorang pembual yang tak berguna.” segera saja puluhan orang meringsek menjadi satu mengerubungiku, aku tidak bisa berpikir apapun semua bisa terjadi hanya ada kepasrahan sebagai orang kalah. “Aku bakal mati, pekikku dalam hati!” Mereka dengan sejanta ditangan dan penuh kemarahan mengeroyokku. Mereka memukul, menendang, melempariku dengan batu, menginjakku, memakiku. semua masih bisa aku rasakan, aku tidak merasa sakit sedikitpun, mungkin tubuhku sudah mati rasa. aku masih lihat mereka meludahiku, mengencingiku dan mengguyurku. Aku melihat itu semua, aku merasa seperti mimpi aku melihat semuanya. Oh ternyata jiwaku sudah pergi dari ragaku, aku masih saja melihat kekejaman itu.</p>
<p>Tubuhku mulai dicincang, seperti kata mulutku. Mereka belum puas melihat aku terkapar dengan bersimbah darah, mereka terus tertawa dan melampiaskan kemarahan yang sebenarnya mereka sendiri tak mengerti.<br />
Ya&#8230;aku mati. Kematian yang selalu aku tunggu sudah datang padaku. aku tidak pernah segembira sekarang. Aku tidak akan menangis dan sedih lagi karena orang-orang yang tidak beradap. Aku tidak akan bertemu orang-orang yang selalu mengatasnamakan kemiskinan untuk memperbesar perutnya sendiri. aku tidak akan miris lagi melihat pembunuhan atas nama suku dan agama. Maaf tidak ada lagi kesedihan, yang ada hanya kegembiraan dan kebahagian. Aku tidak lagi berada dalam ruang yang penuh dengan tangis, sedih dan kebodohan. Terimakasih mulut, kamu hebat. kau antar diriku dalam kematian yang membahagiakan.<br />
Salam untuk mulut. Tetap menjadi mulut dan jangan takut untuk terus berperan menjadi mulut, yang berani bersuara untuk kebenaran.</p>
<p>Banda Aceh, 6 Oktober 2006</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hesty.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hesty.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hesty.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hesty.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hesty.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hesty.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hesty.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hesty.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hesty.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hesty.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hesty.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hesty.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hesty.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hesty.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hesty.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hesty.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hesty.wordpress.com&amp;blog=459951&amp;post=23&amp;subd=hesty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hesty.wordpress.com/2008/07/17/mulut-ohmulut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d677af88d5b8469f020e289a5beba80a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">djaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perbincanganku Dengan Tuhan</title>
		<link>http://hesty.wordpress.com/2008/07/17/monolog-ku/</link>
		<comments>http://hesty.wordpress.com/2008/07/17/monolog-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 03:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hesty</dc:creator>
				<category><![CDATA[isi otakku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hesty.wordpress.com/2008/07/17/monolog-ku/</guid>
		<description><![CDATA[Penjilatkah aku? Ketika aku datang pada Tuhan hanya saat aku merasa butuh dan terdesak? Terhimpit dalam kepedihan  dan kemudian aku mengingatNya dan mencoba berkomunikasi denganNya. aku jadi mulai berpikir dan bertanya, kira-kira bagaimana pengikut yang baik menurut Dia? lalu aku mulai berbincang dengan Tuhan : &#8220;Ehm&#8230;.Tuhan, Seperti apa kiranya orang yang patut mengikutiMu? Apakah harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hesty.wordpress.com&amp;blog=459951&amp;post=22&amp;subd=hesty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penjilatkah aku? Ketika aku datang pada Tuhan hanya saat aku merasa butuh dan terdesak? Terhimpit dalam kepedihan  dan kemudian aku mengingatNya dan mencoba berkomunikasi denganNya.<br />
aku jadi mulai berpikir dan bertanya, kira-kira bagaimana pengikut yang baik menurut Dia?</p>
<p>lalu aku mulai berbincang dengan Tuhan : &#8220;Ehm&#8230;.Tuhan, Seperti apa kiranya orang yang patut mengikutiMu? Apakah harus menjadi para pemuka agama dahulu?&#8221;  namun yang kulihat  justru mereka seringkali memakai namaMu untuk memperkaya diri, kepentingan politik, atau hanya untuk mencari pengikut. &#8220;Atau mungkin para awam yang menjadi pengikut suatu agama yang kemudian menjadi &#8220;gila&#8221; dengan melakukan tindakan irasional?&#8221;  Mereka  serta merta mengatasnamakan namaMu di setiap aksi mereka. namaMU dielu-elukan tiap saat, keras-keras lagi. Kira-kira dalam pemikiranku mereka ingin nama Tuhan jadi beken. Tapi kegilaan mereka, kadang sampai tega membunuh, menganiaya, mengancam, memaksakan kehendak dan melakukan hal-hal irasional lain untuk persembahan yang katanya untukMu. Mereka berpikir mereka sudah membelaMu Tuhan, sampai titik darah penghabisan lho. Jadi kalau mereka mati namanya bakal tercatat di bukuMu bahwa mereka pahlawan hebat.</p>
<p>yang tadi masih beberapa jenis Tuhan, masih banyak jenis pemelukMu yang aneh lagi. &#8220;kira-kira mana yang bakal dapat nominasi ya?&#8221;  ada juga Tuhan ni golongan orang-orang kaya yang mengeruk kekayaan dengan cara korupsi, merampas dan kemudian merasa bisa “dicuci” dengan membagikan pada orang miskin dan melakukan kegiatan-kegiatan &#8216;ritual&#8217; (bangun tempat ibadah, pergi ke tempat-tempat suci, melafalkan doa sampai mulutnya berbusa)&#8230; Tuhan perlu tahu sekarang itu cari uang susahnya minta ampun.  Jadi mereka pengen cari uang dengan cepat. Jamanya serba instan gitoh lho&#8230;.dan biar dosanya ringan atau bahkan cepet ilang uangnya &#8216;dikembalikan&#8217; untukMu sebagian. hehehheh&#8230;&#8230;..<br />
Atau bisa jadi orang miskin yang kemudian menghalalkan apapun dengan mengatasnamakan tuntutan perut, karena mereka tak kau beri kelebihan di dunia ini? kasihan mereka, sering lapar. Semua mahal, kerjaan ngga ada, bisanya palak orang atau minta-minta, kadangkala sampai jadi maling juga. lagi-lagi yang disalahkan kemiskinannya. seperti yang kubilang tadi cari duit susah Tuhan.</p>
<p>&#8220;Ehm&#8230;&#8230;..Jangan-jangan Engkau  lebih senang dengan orang yang melakukan ritual sepanjang masa, puasa, beribadah, dalam tidur dan jalanpun mereka berdoa. sampai-sampai karena khusuknya melakukan ritual mereka lupa lihat kanan-kiri padahal disekeliling rumahnya banyak orang terkapar kelaparan?</p>
<p>Atau mungkin lagi orang-orang pandai atu yang merasa pandai memiliki ilmu kegamaan yang segudang yang kemudian bisa menemukan teori-teori baru mengenai keberadaanMu dan sampai tahu apa yang selalu Kau maui, mereka seringkali menggunakan teori barunya untuk memperdayai orang lain karena mereka pandai berdalih lihat saja mulutnya sampai berbusa dalam berkata-kata, dan tentunya menganggap pemikirannya adalah termutakhir dan benar?</p>
<p>Atau bisa jadi yang orang yang sama sekali tidak peduli padaMu dan tidak mau tahu keberadaMu yang jadi pengikut yang paling Kau sayangi, tentunya karena mereka tidak cerewet, dan tidak menuntut ini itu padaMu? Mereka menganggap hidup ya hidup dan itu yang harus dihadapi sekarang, dan untuk mempertahankan hidup ya harus berjuang sendiri.</p>
<p>&#8220;Lalu yang mana Tuhan?&#8221;  Mungkin aku juga tidak termasuk dalam kategorimu yang datang hanya pada saat aku butuh Engkau, tapi kok aku merasa Engkau selalu mencintaiku? Luar Biasa cintaMu dan segala yang Kau beri rasanya sangat istimewa&#8230;&#8230;.maaf ya Tuhan kalau aku jarang sekali berbincang denganMu, pasti engkau sedih dan kecewa. Maaf ya&#8230;.</p>
<p>Kiranya dengan kebebasan yang Kau berikan kami menjadi beragam dan cenderung menjadi makhluk yang aneh mencari jalan menemuiMu namun ujung-ujungnya juga untuk kepentingan pribadi kami. Seringkali kami membuatmu sedih dan menangis, maaf  jika kami sering menyakiti hatiMu.</p>
<p>I love u Tuhan, Peace</p>
<p>MBO, 17 Maret 2006</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hesty.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hesty.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hesty.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hesty.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hesty.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hesty.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hesty.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hesty.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hesty.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hesty.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hesty.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hesty.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hesty.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hesty.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hesty.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hesty.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hesty.wordpress.com&amp;blog=459951&amp;post=22&amp;subd=hesty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hesty.wordpress.com/2008/07/17/monolog-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d677af88d5b8469f020e289a5beba80a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">djaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku</title>
		<link>http://hesty.wordpress.com/2006/10/07/aku/</link>
		<comments>http://hesty.wordpress.com/2006/10/07/aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Oct 2006 04:47:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hesty</dc:creator>
				<category><![CDATA[isi otakku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hesty.wordpress.com/2006/10/07/aku/</guid>
		<description><![CDATA[Aku seorang perempuan yang terus bergumul dalam proses kehidupan. Mencoba mencari sisi baik pada setiap proses yang kugumuli, meski kadang harus terjebak pada rasa yang membunuh logika maupun logika yang menekan rasa. namun, itulah yang memperkaya dan menyempurnakan, selalu mencoba bercermin pada proses yang dilewati baik dengan rasa maupun pikiran. Tidak ada yang salah dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hesty.wordpress.com&amp;blog=459951&amp;post=5&amp;subd=hesty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku seorang perempuan yang terus bergumul dalam proses kehidupan.</p>
<p>Mencoba mencari sisi baik pada setiap proses yang kugumuli, meski kadang harus terjebak pada rasa yang membunuh logika maupun logika yang menekan rasa.</p>
<p>namun, itulah yang memperkaya dan menyempurnakan, selalu mencoba bercermin pada proses yang dilewati baik dengan rasa maupun pikiran. Tidak ada yang salah dengan rasa dan tidak ada yang salah dengan pikiran, mereka berjalan dengan sendirinya dan membantuku dalam melewati proses hidup. Tergantung bagaimana aku harus menyikapi memberi ruang pikir dan rasa untuk menyelesaikan semua pergumulan.</p>
<p>Hidup tidak pernah menyiksa, meskipun banyak derita. dari hidup kita menjadi lebih hidup dengan memaknai hal yang baru. Dan itulah sebenarnya makna hidup penuh gairah dan kegembiraan. dan rumus yang menjadi pedoman adalah mengubah cara pandang kita bahwa hidup begitu menyenangkan. Mencoba memulai mengubah cara pendang untuk memperoleh dunia yang baru.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Change your thought and change your world</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hesty.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hesty.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hesty.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hesty.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hesty.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hesty.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hesty.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hesty.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hesty.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hesty.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hesty.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hesty.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hesty.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hesty.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hesty.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hesty.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hesty.wordpress.com&amp;blog=459951&amp;post=5&amp;subd=hesty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hesty.wordpress.com/2006/10/07/aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d677af88d5b8469f020e289a5beba80a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">djaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Kabar Dunia!</title>
		<link>http://hesty.wordpress.com/2006/10/07/hello-world/</link>
		<comments>http://hesty.wordpress.com/2006/10/07/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Oct 2006 02:55:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hesty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya&#8230;&#8230;&#8230;..langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmat di dalamnya EINSTEIN <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hesty.wordpress.com&amp;blog=459951&amp;post=1&amp;subd=hesty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya&#8230;&#8230;&#8230;..langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmat di dalamnya</strong></p>
<p align="center"><em>EINSTEIN </em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hesty.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hesty.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hesty.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hesty.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hesty.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hesty.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hesty.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hesty.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hesty.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hesty.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hesty.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hesty.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hesty.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hesty.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hesty.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hesty.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hesty.wordpress.com&amp;blog=459951&amp;post=1&amp;subd=hesty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hesty.wordpress.com/2006/10/07/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d677af88d5b8469f020e289a5beba80a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">djaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
